28 Januari 2010 oleh tedikholiludin
Oleh: Tedi Kholiludin
Dalam spektrum pemikiran, ide yang digelontorkan almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi injeksi positif bagi perkembangan pemikiran keislaman anak muda, terutama di kalangan Nahdliyyin.
Gus Dur telah menancapkan fondasi pemikiran untuk menghargai keragaman etnis, agama dan bahasa di Indonesia. Bersama Nurcholis Madjid (Cak Nur), Gus Dur telah menanamkan pemikiran yang begitu luas berpengaruh, terutama di kalangan intelektual muda yang kemudian menjadi anak didiknya di Nahdlatul Ulama.
Yang membedakan dari Cak Nur, Gus Dur membangun pemikiran keagamaannya dengan menyandarkan diri pada tradisi. Sementara Cak Nur mengawali pembaharuan pemikiran keagamaan dengan lebih banyak merujuk pada modernitas sebagai kerangka kerjanya. Para pemerhati pemikiran keagamaan di Indonesia kemudian mencoba menelusuri kerangka epistemologi apa yang sesungguhnya tengah diusung oleh Gus Dur. Lanjut Baca »
-6.971428
110.425499